Tips Membangun Pondasi Kuat (bagian 1)

tips-pondasi

Tips Membangun Pondasi Kuat (bagian 1)

 

Proses pembangunan rumah dimulai dari pengerjaan pondasi agar bangunan rumah kokoh dan kuat. Proses pengerjaan pondasi terdiri dari pengerjaan bouwplank, galian pondasi & tanah, pengerjaan pondasi, bekisting, pembesian dan pengecoran sloof, serta pengerjaan dimensi sloof. Setiap proses memiliki standar pengerjaan agar pondasi mampu berdiri kokoh dan kuat. Anda dapat menggunakan berbagai standar tergantung kondisi dan lokasi lahan yang akan Anda bangun.

Berikut adalah standar setiap proses pengerjaan pondasi (bagian 1) menurut standar PT Citra Amanah Property mulai dari pengerjaan bouwplank hingga bekisting yang dapat Anda gunakan sebagai acuan dalam membangun pondasi rumah Anda,

1. Pengerjaan Bouwplank

            Adalah proses pemberian batas berupa kayu/patok untuk penentuan titik bidang kerja pada tanah yang akan dibangun sesuai dengan desain/rancangan/denah bangunan. Berikut standar pengerjaan bouwplank yang dapat Anda terapkan

  1. Kesikuan kavling dari jalan dan kesikuan as (patok kayu) ke as sebesar 90˚
  2. Penentuan pile lantai 50 cm dari jalan (referensi gambar kerja) dan kerataan bouwplank dengan standar pile rata
  3. Kesesuaian jarak antar as dan penanda benang harus sesuai dengan bestek
  4. Penentuan tinggi (titik atas) bouwplank merupakan batas 0 keramik
  5. Penanda pile lantai dipasang di perbatasan kavling rumah

 

2. Pekerjaan Galian Pondasi dan Tanah

            Penggalian pondasi dan tanah untuk pemadatan tanah pondasi serta membuat galian untuk pondasi (termasuks strauss, sepatu dll). Anda dapat menggunakan standar pengerjaan galian pondasi dan galian tanah ini sebagai acuan pembangunan,

  1. Kedalaman dan lebar pondasi sesuai dengan gambar/rancangan bangunan kerja
  2. Tanah pondasi dapat dipadatkan dengan stamper dan buat lintasan stamper sesuai (lintasan ditentukan dari tes sand-cone sampel per blok)
  3. Lantai kerja dengan tebal urugan 5 cm

 

3. Pekerjaan Pondasi

            Pengerjaan pondasi mulai dari pemasangan angkur hingga pemasangan batu untuk pondasi. Batu untuk pondasi disesuaikan dengan kebutuhan, biasanya berupa batu kali atau batu kumbung. Menurut tim teknik PT Citra Amanah Property Madiun, standar pekerjaan pondasi adalah sebagai berikut,

  1. Pemasangan sparing (sistem pemipaan yang ditanam dalam cor beton) harus terpasang sesuai dengan rancangan bangun
  2. Angkur floor dipasang setiap jarak 1 m, tertanam 20 cm atau setengah tinggi pondasi dan muncul setengan tinggi sloof
  3. Pile pondasi, kompisisi adukan semen, rangkaian besi dan dimensi disesuaikan dengan spesifikasi
  4. Pemasangan batu pondasi (dapat berupa batu kali atau batu kumbung) dengan susunan paling atas bersentuhan dengan sloof

 

4. Pekerjaan Bekisting

            Merupakan cetakan yang dibuat pada pengerjaan pengecoran supaya diperoleh bentuk tertentu, seperti dinding, kolom, balok dan pelat.  Menurut Stephens (1985), formwork atau bekisting adalah cetakan sementara yang digunakan untuk menahan beton selama beton dituang dan dibentuk sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Proses pengerjaan bekisting yang baik adalah sebagai berikut,

  1. Skoor/perkuatan patok dengan kondisi kokoh, kuat, dan tidak mudah goyah
  2. Bekisting harus bersih dari tanah dan serpihan sisa material
  3. Ukuran bekisting sesuai dengan bestek
  4. Sebelum dipasang pada bidang, papan bekisting diolesi oli bekas
  5. Setelah pengecoran, dilakukan perawatan bekisting dengan cara diolesi oli bekas
  6. Bahan bekisting menggunakan triplek ukuran 0,9 cm

 

Baca : Tips agar tidak Rugi saat Beli Rumah Indent

tips-pondasi tips-pondasi

hubungi-kontak-perumahan-ahsana-madiun

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Whatsapp

Assalamu'alaykum

Silahkan klik di sini untuk menghubungi kami.

Ada informasi update Promo terbaru untuk Anda.

   Call Centre Ahsana Perumahan Madiun